Komisi Kebenaran Aceh (KKA)

Kategori: Aceh » NEWS | 1048 Kali Dilihat
Komisi Kebenaran Aceh (KKA) Reviewed by Bandar Publishing on . This Is Article About Komisi Kebenaran Aceh (KKA)

Banda Aceh-Bandar Publishing telah menerbitkan buku terbaru bulan November 2017 yang berjudul Komisi Kebenaran Aceh (KKA). Salah satu cara mendukung gerakan literasi Aceh adalah dengan menulis, menerbitkan, membeli, membaca dan memberikan ruang dialog untuk ide-ide penulisnya. Kami ambil 3 peran dalam gerakan literasi di Aceh dengan menulis, menerbitkan dan membiayai… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 145.000

Order via SMS

+628116880801

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : 9786025440069
Stok Tersedia
Kg
06-11-2017
Detail Produk "Komisi Kebenaran Aceh (KKA)"

Banda Aceh-Bandar Publishing telah menerbitkan buku terbaru bulan November 2017 yang berjudul Komisi Kebenaran Aceh (KKA).

Salah satu cara mendukung gerakan literasi Aceh adalah dengan menulis, menerbitkan, membeli, membaca dan memberikan ruang dialog untuk ide-ide penulisnya.
Kami ambil 3 peran dalam gerakan literasi di Aceh dengan menulis, menerbitkan dan membiayai cetaknya di Lamgugob,

Mari berbagi peran dalam buku-buku Aceh dengan membaca dan membelinya.
Judul: Komisi Kebenaran Aceh (KKA): Mewujudkan Nilai Maqasid Syariah.
Penulis: Dr. Otto Syamsuddin Ishak.
Editor: Lukman Emha.
Penerbit: Bandar Publishing (Anggota IKAPI) with Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF).
Percetakan: Percetakan Bandar Lamgugob
Distributor: Pale Media Prima Yogyakarta.
Ukuran: 14×20 cm
ISBN: 978-602-5440-06-9.
Terbit: November 2017.
Harga: 76.500
Reseller Diskon 25 %.
Kontak: 085359006268 (Tlp & WA)

“…Sehubungan Aceh Pascakonflik telah di upayakan sebuah kenegerian syariat, saya mencoba untuk menghubungkan pertimbangan Maqasid Syariah –sesuai dengan perkembangan hukum Islam dewasa ini– dengan kehadiran Qanun Komisi Kebenaran Aceh sebagai instrumen untuk menyelesaikan masalah kerugian dan penderitaan para warga sipil selama konflik bersenjata terjadi di Aceh” tulis Otto Syamsuddin Ishak.

 
Chat via Whatsapp