Aceh dan Romatisme P...

Aceh dan Romatisme Politik

167 Dilihat

Rp68.000

Diskon 20%

Masyarakat Aceh adalah sebuah suku bangsa yang kaya dengan sumber daya alam (SDA), dan sumber daya manusia (SDM), disamping kekhususan budaya dan agamanya. Jadi potensi tersebut harus dipelihara dan dirawat. Sebaliknya jika tidak mampu ditata secara bijak, secara cermat dipaparkan dalam buku ini.

Penulis buku ini berusaha mengungkapkan fakta perpolitikan, pendidikan sosial di Aceh secara gamblang saat ini. karya yang sangat menarik untuk dibaca.

- +
Alasan berbelanja di Bandar Publishing
  • Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
  • Garansi uang kembali
Keamanan belanja terjamin
  • Description
  • Reviews (0)
  • Description
    Weight 200 g
    Category , ,

    Aceh dan Romatisme Politik / Mukhlisuddin Ilyas

    Aceh selalu menarik perhatiaan berbagai kalangan dari manca negara dan nasional karena pernah mengalami berbagai persoalan sosial, politik, perang, ekonomi, pendidikan dan bencana skala “kiamat kecil” tsunami. Singkatnya wilayah ini pernah dijajaki, digagahi, dijajahi, dan didiskriminasikan oleh negaranya sendiri dalam wilayah NKRI.

    Sesudah tsunami 26 Desember 2014 menghantam Aceh, lalu disusul perjanjian MoU Perdamaian 15 Agustus 2005 antara RI dan GAM di Helsinki, Aceh menjadi pembicaraan global dalam kancah isu kemanusiaan internasional. Hal ini sangat kontras ketika Aceh masih berstatus DOM, Darurat Sipil dan Darurat Militer yang diberlakukan Pemerintah Indonesia terhadap Aceh. Aceh sangat tertutup untuk warga asing dan terasing juga perekonomiaannya, dimana hampir ½ jumlah penduduk Aceh berada dibawah garis kemiskinan.

    Di tahun 1999, sesudah Timor-Timor menyatakan diri berpisah dari Indonesia banyak pihak khawatir Aceh akan mengikuti jejak TimorTimor. Sebentar kemudian, memang tanah Aceh memanas dengan eskalasi kekerasan dan rapat-rapat yang digelar tak terlalu sembunyi-sembunyi. Kekhawatiran itu mungkin akan segera terbukti benar. Maka, di Jawa orang-orang bukan hanya khawatir tetapi berimajinasi tentang Aceh dan bangsa Indonesia.

    Di tahun 2000 hingga 2001, reaksi Jakarta atas aksi-aksi massa di Aceh, tuntutan-tuntutan yang diajukan secara publik yang salah satunya diprakarsai oleh SIRA (Sentral Informasi Referendum Aceh) menjadi gambaran miskinnya referensi, keyakinan dan imaji tentang apa yang akan terjadi sesudahnya.

    Masyarakat Aceh adalah sebuah suku bangsa yang kaya dengan sumber daya alam (SDA), dan sumber daya manusia (SDM), disamping kekhususan budaya dan agamanya. Jadi potensi tersebut harus dipelihara dan dirawat. Sebaliknya jika tidak mampu ditata secara bijak, secara cermat dipaparkan dalam buku ini.

    Penulis buku ini berusaha mengungkapkan fakta perpolitikan, pendidikan sosial di Aceh secara gamblang saat ini. karya yang sangat menarik untuk dibaca.

    Penulis : Mukhlisuddin Ilyas
    Ukuran : 14,5 x 20,5
    Halaman : xxiii, 121 hlm
    ISBN : 979-3381-39-6

    Penerbit:
    BANDAR PUBLISHING
    Lamgugob, Syiah Kuala. Banda Aceh. Provinsi Aceh.
    Email: bandar.publishing@gmail.com

    Reviews (0)

    Reviews

    There are no reviews yet.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Aceh dan Romatisme Politik
    Rp68.000
    ×

    Shopping Cart

    No products in the cart.

    Return to shop

    Bandar Publishing

    Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

    Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu