Mukim di Aceh; Belajar dari Masa Lalu untuk Membangun Masa Depan

Kategori: Aceh » Buku » Culture » Resensi » Sejarah » Social | 1433 Kali Dilihat
Mukim di Aceh; Belajar dari Masa Lalu untuk Membangun Masa Depan Reviewed by Qurrata on . This Is Article About Mukim di Aceh; Belajar dari Masa Lalu untuk Membangun Masa Depan

Mukim terbntuk bersamaan dengan masuknya Islam ke Aceh. Keberadaannya memiliki dasar yang kuat baik untuk pengaturan kehidupan beragama maupun kehidupan sosial. Dari konsep ini, kemudian bergerak menjadi konsep pmerintahan. Buku ini tidak hanya bertumpu dan berhenti pada aras hukum sebagaimana in the book, namun berusaha menyasar dalam konteks hukum in… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 135.000

Order via SMS

+628116880801

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : 9786021612361
Stok Tersedia
Kg
22-01-2018
Detail Produk "Mukim di Aceh; Belajar dari Masa Lalu untuk Membangun Masa Depan"

Mukim terbntuk bersamaan dengan masuknya Islam ke Aceh. Keberadaannya memiliki dasar yang kuat baik untuk pengaturan kehidupan beragama maupun kehidupan sosial. Dari konsep ini, kemudian bergerak menjadi konsep pmerintahan.

Buku ini tidak hanya bertumpu dan berhenti pada aras hukum sebagaimana in the book, namun berusaha menyasar dalam konteks hukum in the action.

Ada beberapa alasan buku tentang mukim ini diterbitkan, pertama mukim sebagai struktur pemerintahan peninggalan endatu. Tidak ada di daerah lain yang memiliki konsep Pemerinahan Mukim di Aceh.

Kedua, ada kecenderungan, mukim sebagai sesuau pninggalan endatu, terkesan mulai ditinggalkan. Padahal keberadaan mukim itu sendiri tidak bisa dilepaskan dari bagaimana nenek moyang kita memeperkenalkan konsep pemerintahan yang menyatu dengan konsep adat dan agama.

Ketiga, sebagai arti terpenting juga, tekanan mukim terkait dengan sejarah tentang cara beragama di Aceh. Mukim, dalam berbagai tindak tanduk orang-orang yang mengurusnya, harus menjadikan nilai agama sebagai pemberi standar utama terhadap sesuatu yang dilakukan itu dibenarkan atau tidak.

Di samping itu, melihat perkembangan sejarah, dimana posisi mukim yang selalu dijadikan salah satu tingkat pemerintahan. Konsep mencari pemimpin yang sesungguhnya paling orisional untuk medapatkan orang yang akan memimpin kita.namun kini, tuntunan dan tuntutan yang berbau etika tersebut terkesan mulai ditinggalkan – bahkan tidak jarang dianggap tidak perlu.

Sebagian orang menganggap moral sebagai bagian penting dalam konsep pemimpin. Sebagaimana yang menjadi prosedur tetap masa lalu.

Judul Buku                  : Mukim di Aceh; Belajar dari Masa Lalu untuk Membangun Masa Depan

Penulis                         : Taqwaddin Husin, dkk

Penyunting                  : Sulaiman S.H, M.M

Dicetak oleh                : Bandar Publishing

Cetak                           : Pertama, Mei 2015

ISBN                           : 978-602-1612-36-1

 

Tags: , ,

 
Chat via Whatsapp