Hasan Tiro The Unfinishied Story

Kategori: Tokoh | 1878 Kali Dilihat
Hasan Tiro The Unfinishied Story Reviewed by Bandar Publishing on . This Is Article About Hasan Tiro The Unfinishied Story

Judul : Hasan Tiro : The Unfinished Story of Aceh. Penyunting : Husaini Nurdin. Penerbit : Bandar Publishing, Banda Aceh. Tebal : 308 + xviii. Hasan Muhammad Tiro, deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah meninggal pada 3 Juni lalu di Banda Aceh, tapi kenangan tentangnya tidak mudah dilupakan, terutama bagiā€¦ Selengkapnya »

Rating: 5.0
Harga:Rp 95.000

Order via SMS

+628116880801

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : HT0018
Stok Terbatas
0.5 Kg
24-06-2016
Detail Produk "Hasan Tiro The Unfinishied Story"

Judul : Hasan Tiro : The Unfinished Story of Aceh.
Penyunting : Husaini Nurdin.
Penerbit : Bandar Publishing, Banda Aceh.
Tebal : 308 + xviii.

Hasan Muhammad Tiro, deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah meninggal pada 3 Juni lalu di Banda Aceh, tapi kenangan tentangnya tidak mudah dilupakan, terutama bagi masyarakat Aceh. Ada banyak sisi kehidupannya yang mulai terkuak ke publik, sejak kepulangannya ke Aceh pertama sekali pasca-pengasingan 29 tahun di Swedia (1979-2008).

Tokoh yang digelari Wali oleh para pengikutnya ini merupakan cucu pahlawan nasional, Tgk. Chik Di Tiro. Teungku Chik Di Tiro ketika itu digelari Wali al-Amri (pemimpin darurat), ketika mengambil alih kekuasaan Sultan Muhammad Daudsyah (1884-1903), raja terakhir Aceh yang menyerah kepada Belanda.

Ketika Hasan Tiro masih menjalankan misi pemberontakannya, ia mengangkat dirinya sebagai Wali Nanggroe yang berarti mengambil alih fungsi pemerintahan yang tidak sah di Aceh. Dalam UU No. 11/2006 butir tentang Wali Nanggroe dijadikan struktur adat semata dan jauh dari nilai politis.

Buku ini menceritakan, seperti sambutan meriah pada kepulangannya pertama kali, 11 Oktober 2008. Konon pengamanan untuknya saat itu melebihi pengawalan SBY atau Bill Clinton ketika ke Aceh. Maklum saja, SBY dan Clinton adalah presiden dan mantan presiden yang dipilih lima tahun sekali. Dia ini raja Aceh, tak ada pensiun sampai meninggal (hal 254). Pengerahan saat itu adalah ketiga terbesar dalam sejarah Aceh, setelah Tgk. Daud Beureueh turun gunung (9 Mei 1962) dan aksi mendukung referendum Aceh (8 November 1999).

Kepulangannya yang kedua, 17 Oktober 2009, jauh dari ingar-bingar bahkan terkesan tanpa peliputan.

Stok terbatas….selama masih terlihat silahkan langsung di order….

Tags:

 
Chat via Whatsapp