Aceh Pasca Konflik: Kontestasi 3 Varian Nasionalisme

Kategori: Aceh » Buku » Resensi » Sejarah | 1378 Kali Dilihat
Aceh Pasca Konflik: Kontestasi 3 Varian Nasionalisme Reviewed by Qurrata on . This Is Article About Aceh Pasca Konflik: Kontestasi 3 Varian Nasionalisme

Dinamika kehidupan pasca konflikdi Aceh sangat dipengaruhi oleh 4 peristiwa besar secara berurutan – dengan tanpa mengabaikan berbagai peristiwa pening lainnya – yang turut merubah situasi di Aceh. Pertama sekali adalah keberhasilan gerakan Reformasi 1998 secara nasional, yang mencerminkan keberdayaan sebuah gerakan sosial yang bisa melampaui kedigdayaan sebuah rezim yang… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 120.000

Order via SMS

+628116880801

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : 9786021632123
Stok Tersedia
Kg
06-11-2017
Detail Produk "Aceh Pasca Konflik: Kontestasi 3 Varian Nasionalisme"

Dinamika kehidupan pasca konflikdi Aceh sangat dipengaruhi oleh 4 peristiwa besar secara berurutan – dengan tanpa mengabaikan berbagai peristiwa pening lainnya – yang turut merubah situasi di Aceh.

Pertama sekali adalah keberhasilan gerakan Reformasi 1998 secara nasional, yang mencerminkan keberdayaan sebuah gerakan sosial yang bisa melampaui kedigdayaan sebuah rezim yang sudah bertahan hidup hingga 3 dasawarsa. Fenomena ini merupakan awal kebangkitan gerakan masyarakat sipil di Aceh, yang merefleksikan kebangkitan gerakan sosial di daerah terhadap kebijakan politik rezim pusat.

Kedua, muncul tuntutan pencabutan status Aceh yang dikenal secara publik sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) atau dalam sandi militer sebagai Daerah Operasi Jaring Merah (OJM) yang juga digelar di Timor Timur dan Papua.

Ketiga, bencana alam gempa tsunami (2004) yang membangkitkan solidaritas kemanusiaan dunia terhadap kondisi kemanusiaan di Aceh, yang mencerminkan kesatuan aksi kolektif lintas bangsa dan keyakinan untuk hal-hal yang bersifat kemanusiaan pada level lokal.

Keempat, tercapainya kesepahaman bersama untuk menciptakan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia (RI) pada 15 Agustus 2005 di helsinki, yang telah dirintis sejak awal pada tahun 2000, yang dikondisikan oleh sebuah pengakuan dunia bahwa pembangungan (rehabilitasi dan rekontruksi) hanya bisa dilakukan pada situasi yang damai.

Buku ini menggambarkan keseluruhan fenomena yang cukup memadai untuk menjelaskan gejala-gejala dinamika politik di Aceh secara sosiologis di dalam perspektif nasionalisme, baik di masa konflik maupun pasca konflik. Bahwasanya di Aceh terus berlangsung kontestasi antar golongan politik yang bervarian nasionalisme keislaman, keacehan dan keindonesiaan.

Kini Aceh menjadi arena kontestasi antar kaum nasionalis. Hal yang menjadi fokus dalam kajian buku ini, yakni tentang mengapa dan bagaimana kontestasi antar varian nasionalisme itu terjadi dan kemanakah arah dinamika itu di kemudian hari.

Judul Buku : Aceh Pasca Konflik: Kontestasi 3 Varian Nasionalisme

Penulis : Otto Syamsuddin Ishak

Penerbit : Bandar Publishing

Cetak : Pertama, Oktober 2013

ISBN : 978-602-1632-12-3

Tebal : xxiv + 398 hlm

 

 

Tags: , , , ,

 
Chat via Whatsapp