Wahdatul Wujud; Membedah Dunia Kamal

0
28

Istilah kamal memang digunakan oleh para sufi Islam yaitu insan kamil (manusia sempurna). Tentu saja buku ini brlumlah menawarkan suatu langkah untuk menuju insan kamil, sebab hal itu membutuhkan perjalanan intelektual dan spiritual yang amat tinggi.

Dunia kamal bukanlah sebuah titian perjalanan seperti sufisme. Dia melainkan sebuah upaya untuk merekontruksidiri menuju ke arah yang lebih baik. Dalam artian, kita dipaksa untuk mengenal siapa diri kita sendiri dan kemana diri hendak dibawa dalam hidup ini. Proses pengenalan diri inilah yang disebut dunia kamal.

Buku ini pada akhirnya ingin meneruskan estafet perubahan diri manusia untuk menjadi seorang yang agamis sekaligus kosmopolis. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai cara untuk meneruskan estafet tersebut. Pertama, ternyata manusia tidak bisa lari dari kebetuhan mereka pada religiusitas. Ini di maksudkan dengan kemungkinan manusia tidak perlu agama adalah hal yang tidak bisa diterima sama sekali. Kedua, jika dilihat secara baik dan benar, maka sesungguhnya akal pikiran manusia yang menghasilkan banyak aksi-aksi dalam kehidupan mereka, maka sangat jelas manusia memiliki tingkat berpikir yang berbeda-beda. Tingkat berpikir ini tentu saja dipicu oleh ilmu-ilmu yang mereka kuasai dan dalami. Karena itu, orang-orang yang dikenalsaleh atau menjadi wali Allah adalah mereka-mereka yang sudah benar-benar paham akan apa artinya ilmu. Karena itu, ilmu apapun pasti akan menuntut manusia pada jalan yang haqq (benar). Hanya saja, haqq ini menjadi sebuah tanda tanya jika tidak dibarengi dengan kekuatan iman. Dalam buku ini, sudah terlihat bagaimana pergolakan manusia dari seorang yang biasa menjadi seorang yang amat luar biasa.

Dalam buku ini, hampir semua bab ingin menjelaskan dan menetapkan bahwa tujuan hakikat manusia di muka bumi adalah menuju Allah. Proses menuju ini yang cenderung beragam, namun tujuan akhirnya tetap sama. Pancaran kelebihan manusia melalui akal, pikiran, kekuatan diri, melahirkan manusia yang berilmu. Pancaran manusia yang berilmu akan melahirkan manusia yang mengerti akan persoalan ketuhanan,mulai dari hakikat hingga makrifat. Tentu saja di tengah tengah antara manusia berilmu dan berakal ada hikmah di dalamnya. Buku ini telah menunjukkan bahwa manusia yang berilmu tidak bisa lari dari Allah. Walaupun terkadang para ahli pikir menyebutkan dengan thing (sesuatu). Para ahli pikir cendrung untuk menghabiskan masa hidupnya untuk membedah apa itu thing (sesuatu). Sesuatu itu tidak bisa dijelaskan, karena sesuatu itu berasal dari sesustu, jadi sesuatu itu hanya bisa dijelaskan kalau orang sudah dekat dengan sesuatu.

Judul Buku                 : Wahdatul Wujud; Membedah Dunia Kamal

Penulis                         : Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Ph.D

Penyunting                  : Mukhlisuddin Ilyas

Penerbit                      : Bandar Publishing

Cetak                         : Pertama, Mei 2013

ISBN                           : 978-602-17787-6-0

Tebal                          : xvi + 362 hlm

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here