Pembunuh Ketujuh : Cerpen Potret Kehidupan Aceh yang Paradoks

0
211

Buku Pembunuh ketujuh merupakan antologi cerpen yang menceritakan serangkaian peristiwa nun jauh di sana tetapi begitu tajam menusuk nurani. Kisah tentang Aceh yang luka, geram dan marah. Di balik itu, ada heroisme dan nilai luhur yang tak terucapkan. Penulis memintalnya dalam jalinan cerita mengalir yang cantik, eksotik, berkelok-kelok, dan tegas menegakkan humanisme. Inilah “potret” Aceh yang paradoks: gemuruh sekaligus juga senyap; pasrah dan berontak; suram-kelam dan berharap datang matahari! Inilah risalah metaforis yang mengasyikkan.

Cerita yang diangkat lebih fokus pada tema-tema tragedi dalam kehidupan sang tokoh, baik karena pengaruh sosial, bencana alam, ataupun hal-hal lain dalam kehidupan sehari-hari dalam suatu masyarakat, khususnya masyarakat Aceh. Hal itu secara tersurat dapat dibaca dari segi pemilihan cerita ke dalam tiga subbab, “Dari Konflik ke Damai”, “Seusai Laut Surut”, dan “Kampung ke Kampung”.

Cerita-cerita dalam subbab “Dari Konflik ke Damai” secara keseluruhan mencoba memotret bagiamana dampak negatif sebuah konflik sosial terhadap berbagai sendi kehidupan sebuah masyarakat. Konflik telah membuat manusia semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban.

Selanjutnya, dalam subbab ‘Seusai Laut Surut”, penulis dengan cermat memotret luka lain dalam kehidupan pasca-tsunami di Aceh. Tsunami tidak hanya meluluhlantakkan bagunan-bangunan megah di darah pesisir pantau di Aceh, tetapi juga meluluhlantakkan nilai-nilai moral dalam kehidupan masyarakatnya. Cinta kasih, kesetiaan, keikhlasan, dan rasa saling percaya semakin susah didapat karena banyaknya bantuan pascabencana tsunami membawa berbagai perubahan lain dalam masyarakat.

Bagian ketiga buku ini, “kampung ke Kampung” memotret fenomena-fenomena khas dalam kehidupan masyarakat Aceh dalam kurun waktu satu windu kepenulisan cerita ini. Tokoh-tokoh utama dalam cerita pada bagian akhir buku ini digambarkan mengalami kehidupan yang tragis pada akhir cerita. Nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kepercayaan pada orang lain semakin sulit diperoleh dalam masyarakat. Perubahan orientasi ekonomi dan politik semakin membuat kita kehilangan nilai-nilai moral yang sejak dahulu diagung-agungkan dalam kehidupan.

Judul Buku                  : Pembunuh Ketujuh : Cerpen Potret Kehidupan Aceh yang Paradoks

Penulis                         : Herman RN

Penyunting                  : Lukman Emha

Penerbit                      : Bandar Publishing

Cetak                         : Pertama, September 2016

ISBN                           : 978-602-1632-45-1

Tebal                          : x + 202 hlm

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here