Jejak Damai Aceh : Kisah Pergulatan Batin Aneuk Aceh

0
69

Tidak banyak catatan tentang proses damai sebelum kesepakatan damai di Helsinki. Orang-orang seperti terhanyut dalam euforia damai Helsinki sehingga cenderung mengabaikan proses damai sebelumnya.

Sebenarnya, jika kita melihat perjalanan Aceh dari konflik menuju damai, damai Helsinki tidaklah lahir begitu saja. Ia tidak serta merta muncul dan menghadiahkan keleluasaan gerak bagi rakyat aceh hingga nyaman ‘mengais’ rezeki.

Damai Helsinki tidak lahir tanpa ‘dikandung’ dn kandungan itu bukan hanya sembilan bulan, tapi bertahun-tahun. Melihat dari panjangnya masa sampai saat lahirnya damai helsinki, tampak betapa lamanya waktu yang dibutuhkan oleh para pihak; untuk belajar damai. Ini menjadi hujah akan pentingnya mengetahui hal-hal berkenaan dengan proses itu, apa saja kiat yang dapat dipetik sebagai pelajaran bagi generasi mendatang.

Buku ini ditulis agar penduduk Aceh di segenap penjuru mata angin, sadar akan bernilainya suatu kedamaian yang sudah terwujud.

Buku ini bertutur tentang pergolakan batin seorang anak muda Aceh yang menjadi mediator dalam mendamaikan dua pihak yang bertikai. Hingga mengantarkannya meringkuk dalam tahanan.

Buku ini menceritakan tentang panjangnya masa suram di Aceh dan mampu menawarkan sketsa wajah konflik Aceh dari tiga perspektif yaitu sebagai korban, akademisi, dan pekerja perdamaian.

Buku ini hadir di saat suara korban terbungkam oleh meriahnya pesta perdamaian yang masih parsial.

Judul Buku : Jejak Damai Aceh : Kisah Pergulatan Batin Aneuk Aceh
Penulis : Boy Abdaz
Penyunting : Husaini Nurdin
Penerbit : Bandar Publishing
Cetak : Pertama, Agustus 2009
ISBN : 978-602-95119-2-5
Tebal : xxiv + 150 hlm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here