Aceh Kebudayaan Tepi Laut dan Pembangunan, pembangunan kelautan dan perikanan

0
144

Buku ini berusaha melihat masalah pembangunan kelautan dan perikanan, tidak bisa terbatas pada angka. Dengan hanya berpatokan, seolah-olah dengan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya di dalamnya, lantas kesejahteraan dengan mudah diperoleh, maka sesungguhnya itu sebuah kesimpulan yang keliru. Tidak demikian. Masalah kesejahteraan adalah satu gurita permasalahan yang harus diselesaikan dengan keterlibatan berbagai aspek.

Aceh memiliki peluang dalam pembangunan kelautan dan perikanan secara lebih baik. Aceh memiliki undang-undang khusus, dimana dalam pasal 162 UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh mengatur mengenai kewenangan besar dalam pengelolaan sumberdaya alam di Aceh. Hal lainnya yang tidak bisa dilepaskan adalah pengaturan mengenai pemeliharaan hukum adat laut.

Di Aceh terdapat pola kearifan lokal hukom adat laot yang sudah dikenal sejak masa kerajaan. Pola tersebut diyakini berpengaruh positif dalam menyelamatkan potensi besar perikanan Aceh saat ini, sekaligus menjadi gambaran bahwa terdapat spirit masyarakat lokal di Aceh dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan secar berkelanjutan.

Proses penyadaran akan kelautan laut Aceh, merupakan salah satu upaya yang harus dipertahankan. Para intelektual harus mampu membangkitkan daya nalar yang kritis, untuk menciptakan atau menemukan teori-teori yang mampu mengarahkan proses penyadaran masyarakat Aceh.

Judul Buku                  : Aceh Kebudayaan Tepi Laut dan Pembangunan

Penulis                         : M. Adli Abdullah, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dkk

Penyunting                  : Sulaiman

Penerbit                      : Bandar Publishing

Cetak                         : September 2014

ISBN                          : 978-602-1632-34-5

Tebal                          : xiv + 240 hlm

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here