Aceh dan Terorisme, Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh

Kategori: Aceh | 972 Kali Dilihat
Aceh dan Terorisme, Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh Reviewed by Bandar Publishing on . This Is Article About Aceh dan Terorisme, Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh

Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh Penulis: Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, P.hD (KBA) Prolog: Prof Yusny Saby Epilog: Prof M Hasbi Amiruddin Editor: Mukhlisuddin Ilyas Penerbit: Bandar Publishing Banda Aceh Tahun Terbit: Agustus 2016 Ukuran: 13.5×21 cm ISBN: 978-602-1632-58-1. Hal: xviii+265 Buku ini lahir dari sebuah penelitian. Selain teori radikal… Selengkapnya »

Rating: 3.5
Harga:Rp 92.000
Order via SMS

+628116880801

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : ADR082
Stok Tersedia
0.5 Kg
04-09-2016
Detail Produk "Aceh dan Terorisme, Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh"

Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh
Penulis: Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, P.hD (KBA)
Prolog: Prof Yusny Saby
Epilog: Prof M Hasbi Amiruddin
Editor: Mukhlisuddin Ilyas
Penerbit: Bandar Publishing Banda Aceh

Tahun Terbit: Agustus 2016
Ukuran: 13.5×21 cm
ISBN: 978-602-1632-58-1.
Hal: xviii+265

Buku ini lahir dari sebuah penelitian. Selain teori radikal dan terorisme yang dibahas dalam bukunya ini. Penulis juga memuat data-data empiris yang ditemukan di lapangan. Lengkap dengan foto lapangan yang dilampirkan.

Data-datanya masih hangat, diolah dengan latar keilmuan penulisnya (KBA) yang mumpuni. Sebagai seorang antropolog data-data lapangan ditelaah dengan knowladge based. Jadilah ini buku menarik dan perlu dibaca oleh semua profesi.

Ini bukan karya akhir dari seorang Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, PhD. Bulan depan (jika tak ada hambatan) karya monumental selama karirnya sebagai intelektual juga akan kami rilis. Karya monumental tersebut terdiri dari jilid 1 sampai dengan 6 jilid (6 buku dengan judul yang sama). Tapi sebelum itu. Pastikan dulu Anda memiliki seri radikalisme ini.

“Cara terbaik menghargai karya intelektual Aceh adalah membeli bukunya dan mengutip idenya”